Saatnya Peduli, Saatnya Berbagi (Bakti Sosial Komplek Sekolah PENABUR Harapan Indah)

Sebuah kasih di beri untuk sesama, begitulah tujuan dari kalimat di atas. Jadi kali ini BPK PENABUR Harapan Indah, mengadakan Bakti Sosial atau yang sering disebut Baksos, pada Sabtu 7 April 2018 lalu. Baksos ini biasa di adakan di setiap tahun pada bulan April dan kebetulan bersamaan dengan kegiatan Donor Darah kali pertamanya. Tapi mari kita melihat lebih rinci Baksos tahun ini.

Kegiatan pengobatan gratis, banyak warga yang memanfaatkan untuk memeriksa kesehatan mereka

Persiapan pun dimulai, pada bulan Januari siswa siswi PENABUR Harapan Indah dari SD sampai SMA memberikan apa yang mereka bisa untuk yang tidak mampu, seperti pengemis dan pengangguran di sekitar PENABUR Harapan Indah, serta Cleaning Servis di sekolah. Baksos sendiri memiliki banyak sekali halangan, salah satunya murid murid yang kurang peduli. Banyak yang tidak sempat memberi atau tidak  memiliki simpati (lupa) memberi pada mereka yang tidak mampu. Pengkoordinir baksos pun berpikir sebenernya anak-anak hanya tidak memiliki waktu untuk memberi, tapi mereka salah. Seluruh siswa yang tergabung dalam kegiatan ini mengikutinya dengan antusias, walau yang memberi tidak mengikuti. Kegiatan pun berjalan mulus dan berakhir dengan harapan tahun mendatang akan lebih baik.

Sebelum itu pun beberapa guru memilki masalahnya sendiri sendiri pada baksos kali ini. Salah satunya adalah Muliana Sinaga atau yang sering di panggil Bu Mul, yang mengatur sponsor. Bu Mul kesulitan mencari sponsor, sekalinya dapat sponsor, ia harus menunggu sampai deadline. Wahhh kerja keras ya, tapi walau begitu, seperti yang saya bilang semua berjalan mulus.

Pagi hari, bagian pengobatan (dibantu siswa-siswi dari SMF PENABUR) mempersiapkan obat-obat, membagi-bagi dalam paket-paket kecil dan menyusun obat-obat sehingga mudah didistribusikan

Yaaa, semua ini berkat Tuhan Yang Maha Besar kegiatan ini terjadi. Jadi kita harus bersyukur kalau Tuhan itu baik kepada kita bahkan Ia memberikan karunianya bagi mereka yang membutuhkan melalui kita.

Dan untuk mengahirinya, ada sedikit kesan dan pesan dari Bu Rugun Kepala Sekolah SMAK PENABUR Harapan Indah kita yang terkasih. “Kesan saya semua ini sangat bagus, karena Baksos ini selalu di adakan setiap tahunnya, semoga selalu membuat para masyarakat sekitar menjadi bahagia. Pesan saya teruskanlah kegiatan ini kalau perlu perluaslah kegitan ini ke tempat tempat lain.”

 

Bakti Sosial

Sementara di tempat lain bersamaan ada kegiatan donor darah, Ini adalah kali pertamanya komplek sekolah PENABUR Harapan Indah mengadakan donor darah. Yang ingin mendonor darah pun cukup banyak. Sebenarnya kebanyakan orang tua tapi tetap saja, ini masih berjalan dengan baik. Salah satu pembina, Bu Desmita, berpikir bahwa kebanyakan anak anak tidak ikut karena takut, atau pernah dengar mitos mitos yang tidak jelas tentang donor darah. Wahh bisa juga sih, tapi kita tak boleh takut ya teman teman donor darah itu hanyalah hal yang sepele, tidak akan membunuh kita karena terjamin halal. Bu Des pun berpikir kalau donor darah adalah hal yang spesial. Mengapa? Karena darah tidak dapat kita buat, tapi dapat kita hasilkan, maka dari itu Bu Des berpikir ini adalah hal yang mulia bagi kita untuk berbagi darah kita kepada orang yang membutuhkan.

Salah satu peserta donor darah sedang diperiksa sebelum melakukan donor

Ada juga kesulitan yang lain seperti mencari PMI yang kosong. Pak Rudi, guru SMP PENABUR Harapan Indah, sudah mencarinya kemana mana dan hasilnya berujung baik. Pak Rudi, salah satu pembina donor darah, juga berpikir kalau siswa hanyalah takut dan tidak mau ikut, itulah yang menghambat jalannya kegitan tersebut.

Donor darah ini diharapkan berjalan baik supaya di tahun yang akan datang akan dilaksanakan kembali. Dan pesan dari Bu Des dan Pak Rudi hanya ada satu, yaitu berilah setetes darahmu dan itu akan menyelamatkan setiap orang yang memerlukan di dunia ini.

Timothy T-Tim Jurnalistik